
Merti Desa Wedomartani dilaksanakan selama 5 hari terhitung sejak tanggal 9-13 November 2021. Merti Desa ini memiliki beberapa rangkain acara, salah satunya adalah Upacara Kenduri. Upacara ini dipimpin oleh Lurah, Kamituwo, dan jajaran pejabat Kalurahan Wedomartani yang dilaksanakan di Balai Desa Kalurahan Wedomartani.
Upacara Kenduri ini merupakan Kenduri Budaya, yaitu sebuah kegiatan berkumpul dan berdoa bersama,yang juga dihadiri oleh masyarakat. Pada Kenduri Budaya, terdapat bagian dalam upacara dimana tamu-tamu terhormat diberi sajian seperti tumpeng serta lauk-pauk lengkap yang nantinya akan dibagikan dan disantap bersama.
Makna daripada dilaksanakannya Kenduri Budaya adalah bersedekah dan berbagi. Terdapat simbol-simbol tersebar di berbagai makanan yang disajikan dan dengan berbagi rezeki melalui kegiatan ini, diharapkan segala urusan di Kalurahan Wedomartani menjadi mudah dan lancar atas berkat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kenduri Budaya merupakan salah satu budaya di Kalurahan Wedomartani yang hingga saat ini dilestarikan. Bagi Masyarakat Kalurahan Wedomartani, selain penjamuan makan, upacara Kenduri ini juga merupakan salah satu wadah bersilahturami, menjaga keakraban agar sesama masyarakat, dan juga bertukar cerita. Dalam hal ini, kerukunan antarmasyarakat pun dapat tercipta karena mereka selalu berinteraksi.
Upacara Kenduri pada rangkaian acara Merti Desa Wedomartani tidak hanya menyerahkan seserahan hasil bumi dari masyarakat saja, pada pembukaan rangkaian acara Kenduri Budaya terdapat Pasukan Prajurit Budaya yang bertugas mengawal seserahan yang dibawa masyarakat untuk diserahkan ke desa. Prajurit Budaya kali ini diisi oleh berbagai warga dari 25 Padukuhan yang ada di Wedomartani.


