
Salam Rahayu sagung dumadi.
Pucanganom, Wedomartani — Ketika memasuki kawasan Pura Widya Dharma terasa suasana yang khidmat dan asri. Berkenalan dengan Bapak Marsahid, yang merupakan pengempon Pura Widya Dharma, beliau adalah anak dari yang mempunyai tanah wilayah Pura. Sementara, Bapak I Wayan Putu Sari, yang sering dikenal sebagai Pak Putu, adalah salah satu guru Pasraman Agama Hindu yang bernama Pasraman Sarasvati di Pura Widya Dharma, dimana beliau mengabdi untuk membangun karakter anak-anak sehingga mereka mempunyai kualitas untuk mengenal Agama Hindu dengan baik.
Pura Widya Dharma sudah mulai direncanakan sebagai pembinaan umat Hindu, sebelum dibangunnya pura ini, umat Hindu di Wedomartani melakukan sembahyang keliling di setiap kecamatan.

Pembentukan pembinaan Pura Widya Dharma dibentuk oleh beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Bapak Ibdi Asmara dan Bapak Ngasumerti. Dengan kehadiran kedua tokoh tersebut, akhirnya pura ini berdiri pada tahun 1975 dan mulai dirintis dengan rasa gotong royong antar umat beragama.
Dalam pendirian pura ini, sarana-sarana pembangunan diambil dari Sungai Kali Kuning dan Kali Pucanganom, kemudian pura ini diresmikan oleh Bupati Sleman Drs. KRT. Prodjosuyoto pada tahun 1981.
Hingga saat ini, Pura Widya Dharma yang telah berdiri, mengalami banyak perubahan dalam bentuk upacara peresmian. Di pura ini dilakukan acara-acara kegiatan hari raya, Upacara Purnama Tilem, dan juga acara pembinaan yang berdasarkan tradisi seperti Kenduri Nyepi dan Kenduri Galungan.
Selain itu, Pura Widya Dharma juga memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah umat Hindu di Wedomartani, biasanya diselenggarakan pada Hari Suci Purnama Tilem setiap 15 hari yang dilaksanakan pada pukul 18.00 WIB.


