
Bapak Sunardi merupakan penggerak Sanggar Seni Sholawat Badui Saung Galing yang berdiri sejak tahun 1997 berlokasi di Padukuhan Sempu. Dulu, sanggar ini bernama Badui Fathul Huda yang berdikari dan dikelola oleh anak muda Saung Galing Gandok.
Saung Galing terdiri dari 2 kata yaitu saung dan galing yang memiliki arti tersendiri. Kata saung berarti pemuda dan galing adalah inggal iling yang berarti pemuda yang selalu ingat kepada Allah swt.Â
Sholawat Badui yang dilakukan oleh Sanggar Saung Galing adalah salah satu sholawat Kesenian Islam yang berisi tentang memperkembangkan dakwah dan ajakan–ajakan untuk ibadah dan beriman beriman kepada Allah swt.

Sholawat Badui merupakan asimilasi budaya Islam yang diambil ketika masyarakat Magelang naik haji dan bertemu dengan banyak orang Suku Badui yang melakukan tarian-tarian perang dan mempunyai tokoh-tokoh agama Islam.
Sanggar Seni Saung Galing mempunyai misi dakwah Islam dan menyemarakan Agama Islam. Selain itu, sanggar ini memberikan bekal kepada anggota-anggotanya agar tidak terpengaruh dengan budaya-budaya yang membawa keburukan untuk generasi yang akan datang.
Sebagai penggerak sanggar, Bapak Sunardi memiliki harapan untuk mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah terkait Seni dan Budaya Indonesia, agar bisa menambah alat-alat penunjang untuk sanggar yang belum ada, sehingga sanggar Sholawat Badui ini bisa lebih berkembang kedepannya.


