
Kalurahan Wedomartani tidak hanya dikenal dengan budaya dan wisatanya saja, salah satu kuliner khas yang legendaris adalah Sego Meniran. Resto Sego Meniran berlokasi di Pucanganom, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi tempat yang tepat untuk mencicipi cita rasa khasnya.
Sego Meniran merupakan nasi yang dibungkus menggunakan daun yang dibentuk menyerupai lontong, disajikan bersama dengan Sayur Tempe Lombok Ijo dan lauknya Tahu-Tempe Bacem.
Sego Meniran merupakan salah satu makanan tradisional yang telah langka. Terdapat kisah awal mula sumber nama Sego Meniran, terbuat dari butiran-butiran beras yang pecah, sisa hasil menumbuk padi. Zaman penjajahan Belanda dulu, ketika proses penumbukan padi, butiran beras yang utuh dijadikan nasi sedangkan butiran beras yang pecah biasanya akan dijadikan makanan rakyat jelata.

Meniran, sebutan butiran-butiran beras kecil yang pecah, dikonsumsi oleh orang-orang miskin, karena beras yang utuh dikhususkan untuk orang-orang kaya. Masyarakat kemudian mengolah pecahan beras tersebut menjadi makanan pokok yang sangat nikmat berbentuk Sego Meniran.
Yang membedakan Sego Meniran dengan Lontong yaitu bumbu dan bentuk bungkusnya, kalau Lontong bentuknya panjang sedangkan Meniran dibungkus bulat-bulat.
“Dari Keraton kalau bisa, khusus makanan khas di Jogja, tidak cuma Gudeg, kalau bisa Sego Meniran juga dimasukkan kedalam makanan khas Jogja.” Ucap Pak Hariyanto pemilik Resto Sego Meniran ketika ditanya soal harapan terhadap kuliner ini.


