Wedomartani – Bapak Margono merupakan seorang pengrajin wayang kulit yang berdiri kurang lebih sejak tahun 1993 yang berkediaman di Desa Dusun Pokoh, Kel.Wedomartani, Kec.Ngemplak, Kab.Sleman, Yogyakarta.
Beliau membuat Wayang Kulit berdasarkan permintaan pembeli dan bahan yang dipilih serta pengrajin membuat pola wayang sesuai customer yang diinginkan untuk pengerjaan-nya sendiri menggunakan Teknik pahat, dan memberi warna pada wayang atau biasa disebut menyungging. Untuk karakter wayang yang banyak diminati oleh customer seperti gatot kaca dan arjuna, untuk pembuatan wayang tidak harus tokoh jawa tetapi juga bisa sesuai permintaan konsumen. Untuk pembuatan sendiri biasanya memakan waktu 2- 3 hari.

Bahan untuk membuat gapit diantaranya yaitu, tanduk kerbau, viber, kayu, dan bambu. Pembuatan dengan bahan tersebut menyesuaikan dengan wayang yang akan dibuat. Harganya bermacam-macam, jika menggunakan tanduk kerbau yang berwarna bening harganya akan lebih mahal dibandingkan menggunakan tanduk kerbau yang berwarna hitam.
“Awalnya coba- coba membuat dari kertas,karena niat sejak kecil sudah menyukai wayang.” Papar Bapak margono mengingat perjalanan awal bisnisnya. Kerajinan wayang kulit sudah melekat di keluarga Pak Margono, bahkan kaka iparnya adalah seorang penyungging wayang gerkenal dikalangan pedalangan.
Perbedaan wayang souvenir dan wayang dalang bisa dilihat dari bahannya, untuk wayang dalang dibutuhkan wayang dengan pola yang sangat sederhana, dan tidak terlalu halus sehingga wayang akan lebih awet bila digunakan untuk pagelaran. Sementara wayang souvenir mempunyai tekstur yang lembut biasanya untuk pesanan kelas turis.

Macam- macam bahan dasar wayang biasanya menggunakan kertas (kertas marga dan karton), kulit sapi, kulit kerbau hingga kulit kambing yang harganya lebih murah namun kurang bagus. Apabila pesanan dengan jumlah sedikit produksinya bias dikerjakan sendiri oleh Pak margono. Untuk pemesanan dalam jumlah banyak dan permintaan pesanan yang cepat beliau dibantu oleh saudaranya.

Alat pembuatan wayang, Pak Margono masih menggunakan teknik tradisional, pembeli dapat menggunjungi tempat produksi wayang bila ingin memesan. Untuk harga wayang Pak Margono memaparkan salah satu kendala saat produksi adalah ketika harga bahan baku yang sering kali naik dan tidak menentu. Kemudian pengiriman yang masih terbatas yakni masih di sekitar di pulau Jawa saja, apalagi selama pandemic covid 19 penjualan wayang sangat berdampak utamanya karena pasar yang terbatas.
Harapan Pak Margono sebagai pekerja seni, beliau berharap bisa segera bangkit dan memperluas pasar penjualan wayangnya ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

